Kesalahan Pedagang Pemula Pemicu Kegagalan Bisnis

Kesalahan Pedagang Pemula
Kesalahan Pedagang Pemula Pemicu Kegagalan Bisnis

Anda yang membaca artikel ini pastinya adalah seorang pedagang yang baru terjun ke dalam dunia bisnis. Mungkin juga yang sudah berpengalaman dan ingin menambah wawasan agar usahanya makin berkembang.

Dalam proses jual beli, tentunya penjual ingin mendapatkan keuntungan dengan cara menjual produk, baik berupa barang atau jasa kepada pembeli. Pembeli merupakan orang yang mampu membelanjakan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

7 Kesalahan Pedagang Pemula

Baru pertama kali menjadi pedagang dan benar-benar belum paham betul tentang bisnis, biasanya mereka akan lebih mudah untuk jatuh atau gagal. Hal tersebut terjadi karena mereka tidak mempunyai pengalaman yang cukup dalam mengelola usahanya.

Apa sajakah kesalahan pedagang tersebut? Bagaimana cara untuk mengatasinya sehingga kegagalan dapat kita hindari? Berikut ini penjelasannya:

Tidak Jujur

Faktor utama pedagang gagal adalah tidak berperilaku jujur. Berbohong merupakan sifat tercela yang tidak patut untuk kita lakukan khususnya bagi pemilik usaha. Biasanya oknum-oknum tersebut akan melakukan berbagai macam cara supaya jualannya laris.

Mereka akan menghalalkan segala cara untuk bisa bersaing dengan kompetitor, seperti mengurangi berat timbangan, menggunakan bahan baku yang tidak berkualitas alias sudah kadaluwarsa, hingga aktivitas lain yang sifatnya menipu pembeli.

Tindakan kecurangan seperti ini sangat merugikan konsumen. Di sisi lain, agama juga melarang dan menganjurkan umatnya untuk jujur dalam berdagang supaya kedua belah pihak saling menguntungkan. Mungkin pada awalnya lancar-lancar saja, tetapi seiring berjalannya waktu masalah akan terus datang.

Ingin Cepat Untung

Siapa sih yang enggak mau jualannya cepat untung? Keuntungan kita gunakan untuk membeli bahan baku atau balik modal. Manfaat lainnya yaitu untuk menyambung hidup, seperti membeli kebutuhan pokok, sandang, dan lain sebagainya.

Setiap pedagang pemula pasti ingin cepat jualannya laku dan dapat untung. Sebenarnya hal tersebut tidak salah juga, tetapi menurut kami tidak efektif dan malah terkesan memaksa. Akibatnya, apabila sepi pembeli maka mereka akan stress dan cape sendiri.

Berbisnis merupakan kegiatan untuk menciptakan pasar, bukan malah berfokus untuk menarik pembeli. Misal, Anda ingin menjual burger di Indonesia yang mayoritas masyarakatnya memakan nasi sebagai makanan pokok.

Bagaimana caranya agar pasar dapat menerima Anda? Langkah paling tepat yaitu mengubah cara pandang masyarakatnya bukan malah promosi untuk menekan pembeli agar mau makan fast food.

Mencampur Keuangan Pribadi

Kalau ini sih fatal banget ya gays, mengapa? Kebiasaan menggabungkan uang antara untuk kepentingan keluarga dan modal bisnis bisa mempersulit perhitungan, alhasil kondisi keuangan makin tidak ter kontrol. Akibatnya, bisnis mengalami masalah yang cukup signifikan.

Coba bayangkan apabila kita bisa dengan mudah menggunakan uang kantor untuk memenuhi gaya hidup kita. Uang yang seharusnya untuk modal, malahan kita pakai untuk keperluan pribadi yang sifatnya tidak terlalu penting.

Dampak buruk akibat dari penyalahgunaan modal usaha, antara lain memicu budaya konsumtif, tingkat korupsi semakin meningkat, menunda gaji karyawan, dan bahan baku tidak terpenuhi. Apabila budaya ini terus berlangsung maka siap-siap saja, pengusaha pemula seperti Anda akan gagal.

Enggan Untuk Belajar

Pedagang pemula yang malas belajar cenderung merasa nyaman dengan keadaannya saat ini. Sehingga, mereka tidak mengetahui kondisi pasar yang sebenarnya, alhasil dagangan mereka tidak ada peminat karena pembeli lebih suka dengan produk pesaing.

Pengusaha dituntut untuk terus belajar dengan cara evaluasi. Evaluasi bertujuan untuk memperbaiki kesalahan dan menyusun strategi bisnis baru yang berdampak pada kemajuan bisnis di masa yang akan datang.

Belajar dapat membuat seseorang untuk tidak cepat berpuas diri dengan apa yang sudah didapatkan selama ini. Mereka akan mencoba hal-hal baru atau bereksperimen.

Tidak Mempunyai Target

Menawarkan barang secara asal-asalan atau tidak menetapkan target pasar berpengaruh terhadap kelangsungan bisnis. Contohnya, pebisnis online menjual aksesoris khusus wanita tetapi malahan mempromosikannya kepada kaum pria.

Sudah pasti lelaki tersebut tidak ada yang minat, paling-paling ada yang beli tetapi prosentasenya sangat kecil. Mereka membeli dengan alasan hadiah untuk pacarnya, bukan karena untuk dirinya sendiri. Oleh karena itu, tetapkan target pasar yang jelas terlebih dahulu sebelum berjualan.

Contoh pemasaran yang benar yaitu menjual sneakers pria dan melakukan promosi kepada laki-laki. Mungkin lebih spesifik lagi yaitu khusus untuk pria yang suka olahraga. Maka dengan cara seperti ini, besar kemungkinan banyak yang membeli sneakers tersebut.

Plin-Plan Adalah Kesalahan Pedagang

Penjualan terus menurun selama periode waktu tertentu akan memungkinkan pedagang pemula untuk mengganti produknya. Hal ini terjadi karena mereka melihat produk lain yang lebih laku sehingga tertarik untuk mencoba.

Padahal bisnis tersebut baru berjalan sebulan alias masih seumur jagung. Karena bingung atau terpepet akhirnya mereka memutuskan untuk merubah usahanya seperti milik produsen lainnya dan berharap memperoleh keuntungan yang sama.

Apakah kalian tahu kalau bisnis itu membutuhkan konsistensi dan kesabaran dalam menjalankannya. Bisnis memerlukan waktu yang banyak untuk berkembang. Yang harus kita lakukan adalah komitmen dengan tujuan awal.

Memulai Karena Iseng

Kesalahan pedagang pemula yang terakhir adalah memulai bisnis dengan iseng. Jangan percaya kepada mereka yang bilang seperti ini “Saya memulai usaha karena iseng alias coba-coba”. Kami menekankan bahwa yang namanya usaha itu membutuhkan pengorbanan, baik penggunaan modal, kemampuan, dan keterampilan.

Orang yang sukses pasti awalnya menggunakan keterampilan mereka untuk memulai. Karena tekun dan terus diasah alhasil segala sesuatu yang sudah mereka lakukan tersebut, menghasilkan umpan balik yang bernilai.

Kesimpulan Kesalahan Pedagang Pemula

Jika ingin sukses berdagang maka kita harus mengutamakan kejujuran dan berusaha untuk melayani konsumen dengan baik. Tetapkan terlebih dahulu barang apa yang ingin kita jual dan susun strategi yang tepat. Dengan cara ini, kita akan lebih mudah untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Jangan lupa berdoa kepada Allah SWT agar setiap aktivitas yang kita jalani selalu dalam lingungan-Nya. Terimakasih telah membaca artikel kesalahan pedagang pemula, apabila teman-teman menyukainya silahkan memberikan komentar di bawah ini.

Baca juga = Mending Kerja Atau Bisnis? Jangan Salah Pilih.

Baca juga = Mengapa Jualan Enggak Laku? Ini 5 alasannya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top