Cara Menghadapi Pembeli Agresif biar Jadi Langganan

Cara menghadapi pembeli yang agresif dan suka menawar harga, yaitu dengan bersikap ramah, menyampaikan informasi yang mudah dimengerti, fokus terhadap kebutuhan konsumen, dan bisa mengendalikan emosi.
Cara menghadapi pembeli yang agresif

Cara menghadapi pembeli yang agresif memang butuh tenaga dan pikiran yang ekstra. Hal ini karena sifatnya yang pemarah dan tidak sabaran. Jadi, kita sebagai penjual mesti bisa mengontrol emosi dengan baik.

Pasti ada alasan tersendiri, mengapa pembeli tersebut bersifat agresif terhadap kita. Salah satu penyebabnya adalah waktu yang terbatas sehingga, mereka ingin mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan akurat.

Bukannya mereka tidak suka dengan pelayanan kita, tetapi memang ada faktor lain yang membuatnya harus cepat-cepat untuk selesai. Namun, tidak menutup kemungkinan terkadang sifat pembeli yang seperti ini membuat kita kesal.

Sebagai seorang sales yang profesional, kita pasti sudah sering menemui konsumen yang berperilaku agresif, mulai dari customer kecil sampai klien besar. Hal-hal yang seperti ini sudah biasa dan bukan masalah besar bagi kita.

Sebenarnya mereka menunjukkan sikap pemarah bukan untuk menakut-nakuti kita, tetapi ingin melatih mental kita sebagai seorang penjual. Mereka ingin mengecek apakah seller seperti kita bersifat amanah atau tidak.

Cara Menghadapi Pembeli yang Agresif dan Suka Menawar

Setiap pembeli memiliki karakter yang beragam, ada yang murah senyum, cepat terbawa emosi, galak, bahkan ada yang terkesan menyepelekan penjelasan kita. Maka dari itu, sebagai seorang marketing kita harus cepat beradaptasi.

Pada prinsipnya, seller lah yang harus mengendalikan buyer, bukan malah pembeli yang mengendalikan penjual. Kita tidak boleh ragu untuk memberikan informasi tentang produk yang kita jual kepada konsumen, atau biasa disebut dengan penawaran.

Kegiatan penawaran ini termasuk ke dalam strategi pemasaran dan menjadi salah satu indikator keberhasilan bisnis. Jadi, penting sekali bagi sebuah perusahaan untuk melatih para marketing nya ilmu jualan yang baik dan benar.

Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan berjualan yang baik maka, marketing dapat bekerja secara maksimal. Berikut ini, Cilacap Kerja akan membagikan cara-cara menghadapi pembeli yang agresif biar jadi langganan.

1. Bersikap Ramah Kepada Setiap Pembeli

Sudah menjadi kewajiban bagi setiap penjual yaitu bersikap ramah terhadap pengunjung yang datang ke toko nya. Mau mereka beli atau tidak yang penting kita sudah memberikan pelayanan yang terbaik dan sesuai prosedur.

Berilah sambutan, seperti “selamat datang ke toko kami” dan lain sebagainya. Lalu, tidak lupa untuk memberi senyuman kepada mereka supaya terjalin komunikasi yang baik. Sehingga, pembeli tidak sungkan untuk bertanya.

Bersikap ramah tidak hanya kita berikan kepada pengunjung yang datang langsung ke toko saja, tetapi juga kepada pembeli online. Hal ini kita lakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemauan pelanggan untuk membeli.

2. Berikan Penjelasan yang Gampang Dimengerti

Salah satu kesalahan sales paling fatal adalah memberikan penjelasan yang membingungkan pembeli. Penjelasan itu bisa berupa kalimat yang berulang-ulang, mencampur bahasa, hingga menggunakan bahasa tubuh yang tidak sesuai.

Mestinya, sampaikan saja informasi mengenai produk secara singkat, padat, dan jelas agar mereka tidak bingung dengan pernyataan kita. Hindari memakai bahasa campuran, seperti setengah bahasa Indonesia, sisanya Inggris.

Jika kita memberikan penjelasan yang panjang lebar kepada pembeli agresif tentunya, mereka menjadi tidak tertarik untuk membeli. Alhasil, peluang untuk mendapatkan pesanan gagal dan kita jadi cape sendiri karena banyak omong.

3. Cara Menghadapi Pembeli dengan Fokus Pada Kebutuhan Konsumen

Setelah bersikap ramah dan memberi penjelasan yang cukup maka, tips berikutnya untuk menghadapi pembeli agresif yaitu fokus terhadap apa yang menjadi kebutuhan konsumen. Di sinilah proses yang paling menantang bagi sales.

Sebenarnya, kita sebagai penjual tidak perlu banyak bicara, tetapi cukup sampaikan apa yang menjadi kebutuhan dari konsumen itu sendiri. Dengan begini, proses penjualan akan berjalan lebih efektif dan efisien.

Misalnya, pembeli mencari barang yang murah dan berkualitas. Maka, langsung saja arahkan mereka pada produk yang sesuai. Lalu, berikan penjelasan singkat mengenai barang tersebut dengan bahasa yang mudah dimengerti.

4. Membangun Komunikasi yang Baik

Ketika kita sudah mengarahkan pembeli pada barang yang mereka butuhkan maka, kita tidak boleh berhenti sampai di sini saja. Kita harus berusaha untuk meyakinkan mereka agar mau membeli barang tersebut.

Caranya yaitu dengan membangun komunikasi yang baik antara penjual dengan konsumen. Sehingga, konsumen tidak sungkan untuk memberi pertanyaan dan kita tidak malu untuk menyampaikan informasi tentang produk.

Apakah teman-teman tahu, kalau kebanyakan dari pembeli itu tidak terlalu mementingkan kualitas produk. Namun, mereka lebih tertarik dengan kita, seperti gaya bicara, pemahaman, penyampaian, hingga penampilan kita.

Oleh karena itu, perbaiki gaya bicara kita agar lebih sesuai dengan hati pelanggan. Kemudian, jaga penampilan kita agar tetap bersih dan wangi, dan tidak lupa untuk membangun komunikasi yang baik kepada customer.

5. Sampaikan Informasi Mengenai Program Penawaran

Cara menghadapi pembeli yang agresif selanjutnya adalah dengan menyampaikan program penawaran terbatas. Misalnya, beritahu mereka bahwa hari ini sedang ada program diskon untuk pembelian produk merek A, dan lain-lain.

Dengan cara ini, kemungkinan besar bagi mereka untuk membeli produk tersebut. Tips yang satu ini juga sudah sering dilakukan oleh beberapa pemilik bisnis karena terbukti lebih berhasil dan tidak membuang-buang waktu.

Namun, sebagai pengusaha yang kompeten, kita harus berhati-hati apabila ingin menerapkan program penawaran ini. Cobalah untuk melakukan perhitungan dan susun strategi yang matang agar menemukan solusi yang tepat.

Hindari keuntungan yang bersifat sementara seperti menjual produk dengan harga diskon. Meskipun dapat menarik banyak pembeli namun, justru akan membuat bisnis kita jauh dari kata maju dan bahkan bisa bangkrut.

6. Cara Menghadapi Pelanggan dengan Mengajak Teman untuk Menemani

Tidak ada salahnya mengajak teman sendiri agar mau bersama-sama untuk menghadapi calon konsumen. Dengan begini, kita bisa lebih percaya diri dan tidak takut untuk menyampaikan informasi mengenai produk yang kita jual.

Pembeli juga pastinya akan sadar diri bahwa bersikap agresif itu kurang baik. Sehingga, tercipta lah kegiatan jual beli yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Penjual dapat memenuhi kebutuhan pembeli, begitu juga sebaliknya.

Dengan berjualan bersama-sama maka teman akan saling membantu. Contohnya, kita tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari konsumen maka teman kita pasti akan berusaha untuk membantu kita.

7. Dapat Mengendalikan Emosi

Yang namanya jualan memang tidak mudah karena kita harus bertemu dengan pelanggan yang memiliki karakter berbeda-beda. Beruntung kalau pembeli yang kita layani itu bersikap baik dan ramah terhadap kita.

Namun, sebaliknya terkadang kita lebih banyak menemui pembeli yang galak dan cepat emosi. Tentunya, hal-hal inilah yang akan membuat mood kita naik turun bahkan jika kita tidak mampu mengendalikan emosi, kita bisa sakit.

Oleh karena itu, cara terbaik untuk menghadapi pelanggan yang agresif adalah dengan mengontrol emosi. Kita tidak boleh bereaksi yang berlebihan, apalagi sampai balik marah-marah kepada mereka karena akan menimbulkan banyak masalah.

8. Minta Nomor HP Pelanggan

Tujuan sales meminta nomor hp kepada pelanggan adalah untuk membangun relasi secara daring. Jadi, kita bisa menawarkan produk baru kepada konsumen tersebut dan mereka bisa bertanya dengan mudah melalui online.

Menyimpan nomor pembeli seperti ini juga secara tidak langsung, kita telah berupaya untuk meningkatkan jumlah pelanggan tetap. Hal ini bisa terjadi karena pelanggan dapat langsung menghubungi kita jika memerlukan sesuatu.

Membangun komunikasi dengan pelanggan secara online lebih sulit, daripada ketika kita bertemu langsung. Hal ini karena kita terbatas dengan waktu dan dapat mengganggu pekerjaan utama kita, yaitu sebagai sales toko.

Oleh karena itu, kita sebagai penjual harus bersikap bijak dalam mengatur waktu. Jangan sampai waktu yang seharusnya kita gunakan untuk jualan malah terganggu dengan aktivitas lainnya yang sebenarnya itu tidak perlu.

Kesimpulan Cara Menghadapi Pembeli yang Bersikap Agresif

Setelah kita membaca artikel di atas, bisa disimpulkan bahwa cara untuk menghadapi pembeli yang agresif dan suka menawar yaitu:

  • Ramah-tamah kepada setiap pembeli.
  • Menyampaikan informasi yang mudah dimengerti.
  • Mengutamakan kebutuhan konsumen.
  • Membangun komunikasi yang baik.
  • Beritahu kepada konsumen bahwa ada program diskon.
  • Mengajak rekan kerja untuk bersama-sama melayani pembeli.
  • Jangan terbawa emosi.
  • Menyimpan kontak pelanggan agar menjadi pelanggan tetap.

Terimakasih telah mengunjungi website Cilacap Kerja, apabila ada pertanyaan silahkan kirim di kolom komentar. Kami pasti akan berusaha untuk menjawab pertanyaan teman-teman dengan cepat beserta solusi yang terbaik.

Baca juga = Technopreneurship: Definisi, Manfaat, dan Contoh Wirausaha.

Baca juga = Ide Bisnis Anak Muda, Cuma Modal HP Sama Kuota.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top