Technopreneurship: Definisi, Manfaat, dan Contoh Wirausaha

Definisi dari technopreneurship yang tepat ialah seorang wirausaha yang menjalankan bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan barang atau jasa. Sehingga, proses produksinya lebih cepat daripada secara manual.
Technopreneurship dapat membuka peluang bisnis

Technopreneurship menjadi perbincangan hangat di antara pebisnis muda sekarang ini. Hal ini terjadi karena pengaruh globalisasi khususnya dalam bidang teknologi. Sehingga, mendorong kita untuk lebih pro aktif terhadap lingkungan.

Pemikiran anak muda zaman sekarang juga sangat berbeda dengan orang-orang dahulu. Saat ini, kita menganggap bahwa penggunaan teknologi dalam bisnis itu penting karena dapat meningkatkan produktivitas.

Jika pengusaha mampu memanfaatkan teknologi dengan baik maka sudah pasti usahanya makin berkembang. Tentu saja harus dibarengi dengan keterampilan manajemen dan komitmen yang besar dari para anggota.

A. Apa Itu Technopreneurship?

Definisi dari technopreneurship yang tepat ialah seorang wirausaha yang menjalankan bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan barang atau jasa. Sehingga, proses produksinya lebih cepat daripada secara manual.

Pada dasarnya, technopreneurship merupakan penggabungan dari kalimat teknologi dan wirausaha (entrepreneur). Yang pengertian entrepreneurship itu sendiri adalah pengusaha yang mengelola bisnis secara mandiri.

Untuk menjadi seorang wirausaha maka, kita perlu memanfaatkan peluang-peluang yang ada untuk menciptakan sesuatu yang baru dengan menggunakan kreatifitas nya sendiri. Selain itu, kita juga harus berani mengambil resiko.

Dari sini, apakah teman-teman ada yang berminat untuk bisa menjadi pengusaha? Mungkin banyak dari anak muda yang ingin menjadi pengusaha sukses. Maka dari itu, silahkan membaca artikel ide-ide bisnis di bawah ini.

Baca juga = Ide Bisnis Anak Muda, Cuma Modal HP Sama Kuota.

B. Proses Bisnis Technopreneurship

Secara umum, proses bisnis technopreneurship hampir sama saja dengan entrepreneurship, yaitu melihat kesempatan yang ada di lingkungan. Kemudian, mencoba mengambil resiko dengan memulai bisnis yang berorientasi pada tujuan.

Untuk memudahkan kita dalam memahami proses wirausaha yang bergantung pada teknologi. Berikut ini, Cilacap Kerja akan membagikan penjelasan mengenai, proses bisnis technopreneurship dari awal sampai akhir, yaitu:

  1. Mengidentifikasi peluang yang muncul di tengah-tengah masyarakat.
  2. Mengembangkan rencana bisnis yang baik dengan berorientasi pada hasil yang ingin dicapai.
  3. Mengumpulkan sumber daya, baik tenaga kerja, pendanaan, lokasi produksi, hingga menyusun struktur organisasi.
  4. Manajemen bisnis yang baik.
  5. Melakukan evaluasi guna menilai perkembangan bisnis saat ini.
  6. Berupaya untuk mengembangkan usahanya hingga lebih besar lagi.

Seorang wirausaha tidak hanya jeli dalam melihat peluang, tetapi juga pandai dalam memanfaatkan peluang tersebut. Selanjutnya, kita berusaha untuk mengembangkan rencana dengan cara menyusun strategi bisnis.

Kemudian, mencoba mengumpulkan dana untuk modal usaha serta tidak lupa menghitung sumber daya yang lain, seperti karyawan dan peralatan pendukung. Lalu, ada tempat usaha yang perlu kita siapkan juga di awal.

Setelah melakukan perencanaan bisnis maka, proses berikutnya yaitu manajemen bisnis. Menurut kami, tahap manajemen adalah yang paling menantang karena kita akan berhadapan langsung dengan kegiatan bisnis kita.

Proses yang tidak kalah pentingnya dalam bisnis yang bergantung pada teknologi adalah evaluasi. Tujuan evaluasi yaitu untuk mengukur kesuksesan bisnis, apakah sudah berjalan sesuai dengan rencana atau belum.

Jika kita sudah melalui kelima proses bisnis technopreneurship di atas maka, kita akan berupaya untuk membuat usaha kita makin besar dan berkembang. Sehingga, dapat menjangkau pasar yang lebih luas hingga internasional.

C. Karakter dan Tugas Utama Technopreneur

Wirausaha merupakan seseorang yang mempunyai tekad kuat dan mimpi besar terutama, untuk kemajuan bisnisnya. Kita akan melakukan berbagai macam cara supaya usaha kita dapat berjalan lancar dan berkembang.

Oleh karena itu, technopreneurship perlu memiliki 2 karakter utama, yaitu mempunyai prinsip bahwa bisnisnya tidak hanya mencari keuntungan semata, dan merasa nyaman dengan menggunakan bantuan teknologi.

Prinsip wirausaha yang tidak hanya mencari profit akan menumbuhkan sikap semangat dan ingin memberi nilai lebih kepada masyarakat. Kemudian, kita juga perlu membiasakan diri dengan perkembangan teknologi saat ini.

Sensitif terhadap lingkungan menjadi penting karena dapat menciptakan peluang dan memperoleh gagasan-gagasan baru. Sehingga, muncul ide-ide yang lebih kreatif dan inovatif serta dapat memenangkan persaingan bisnis.

2 tugas utama technopreneurship, yaitu:

  1. Menjamin bahwa teknologi dapat berfungsi sesuai kebutuhan target konsumen.
  2. Teknologi yang kita hasilkan dapat dijual kepada pelanggan untuk mendapatkan keuntungan.

Kita tidak boleh bersikap asal-asalan tanpa tujuan yang jelas. Oleh karena itu, cobalah untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu. Mulai dari mental, kesehatan, pengetahuan, keterampilan, dan modal usaha lainnya.

Perlu teman-teman pahami bahwa untuk memulai usaha yang bergantung pada teknologi, seperti technopreneurship ini memerlukan dana yang cukup besar. Tidak hanya itu saja, resiko kegagalannya juga sangat tinggi.

D. Manfaat Technopreneurship Terhadap Perekonomian

Technopreneurship dapat mendukung pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development), serta memberi dampak positif bagi perekonomian negara. Berikut ini, manfaat technopreneur bagi pertumbuhan ekonomi, antara lain:

  1. Meningkatkan produktivitas serta kinerja industri yang lebih efektif.
  2. Menambah pendapatan negara.
  3. Dapat membuka lapangan pekerjaan baru sehingga mengurangi jumlah pengangguran.
  4. Mendorong pertumbuhan sektor-sektor industri dalam negeri, baik barang atau jasa.

Dari penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa pemanfaatan teknologi di dalam bisnis memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Serta mendukung usaha-usaha kecil yang sedang berkembang.

Dengan begini, pemerintah dan para pelaku usaha harus mempunyai sinergi yang sama, yaitu saling mendukung dalam upaya memperlancar perdagangan bebas yang berbasis teknologi. Sehingga, tercipta pasar yang lebih produktif.

Selain memberikan manfaat bagi negara, technopreneur juga memberikan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan, yaitu:

  1. Taraf hidup masyarakat semakin meningkat karena lebih banyak orang yang bekerja daripada menganggur.
  2. Pengusaha memiliki etika dan tanggung jawab sosial yang baik sehingga, mereka akan berkontribusi untuk melestarikan alam.
  3. Membentuk karakter wirausaha yang lebih mandiri, tanpa ketergantungan dengan pihak luar.
  4. Menumbuhkan jiwa pengusaha di kalangan anak-anak muda.

E. Contoh Wirausaha Technopreneur

Untuk memotivasi teman-teman dalam menjalankan bisnis berbasis teknologi. Berikut ini, kami berikan contoh beberapa wirausaha paling sukses di dunia yang sama-sama menggunakan teknologi dalam usahanya.

1. Mark Zuckerberg (CEO Meta)

Mark Elliot Zuckerberg merupakan Chief Executive Officer Meta yang paling berpengaruh. Ia juga seorang pengusaha internet dan programmer komputer. Mark menjadi salah satu pebisnis technopreneur paling sukses sepanjang sejarah.

2. Bill Gates

Yang kedua yaitu Bill Gates atau yang dikenal dengan William Henry Gates lll. Beliau adalah seorang pengusaha, investor, dan penulis asal Amerika Serikat. Bill Gates terkenal karena berhasil mendirikan perusahaan Microsoft Corporation.

3. Jeff Bezos

Lanjut dengan Jeffrey Preston Bezos yang merupakan pendiri, ketua, CEO, sekaligus pemilik saham mayoritas perusahaan teknologi terbesar di dunia, yaitu Amazon. Bisnis beliau bergerak dalam bidang perdagangan berbasis online.

4. Steve Jobs

Steve Paul Jobs merupakan tokoh pebisnis sekaligus pendiri Apple Inc. Iya benar sekali, merek hp iPhone adalah merek yang paling banyak peminatnya. Meskipun harganya mahal, tetapi tidak menghentikan orang-orang untuk membeli.

5. Nadiem Makarim

Nadiem Makarim saat ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Bisnis technopreneurship yang terkenal melalui beliau adalah Gojek atau jasa antar jemput orang.

Dari kelima tokoh di atas, kita jadi lebih paham tentang produk dan jasa yang termasuk ke dalam technopreneurship. Mulai dari komputerisasi, pengembang aplikasi, handphone, marketplace, dan lain-lain.

Semua produk teknologi tersebut adalah hasil dari usaha dan kerja sama antar seluruh tim. Kami berharap kepada teman-teman untuk selalu semangat dan komitmen, serta memberi motivasi kepada pengusaha yang baru mulai merintis usahanya.

Dengan begini, akan tercipta lingkungan bisnis yang dinamis. Artinya, bisnis terbuka bagi siapa saja yang ingin memulai. Tidak ada hambatan serta halangan untuk masuk terutama, kita yang sudah menjadi pebisnis sukses.

F. Cara Menjadi Technopreneurship Sukses

Untuk bisa menjadi pebisnis berbasis teknologi yang sukses, kita perlu menerapkan kiat-kiat technopreneur. Meliputi riset pasar, melakukan diferensiasi produk, menentukan target konsumen, hingga, tes pasar.

Tidak lupa kita juga perlu melakukan inovasi untuk mengembangkan produk yang lebih sesuai dengan permintaan pelanggan. Cara yang terakhir yaitu melindungi hak paten, yang terdiri dari perizinan usaha, merek, hingga branding.

Itulah penjelasan lengkap mengenai technopreneurship, mulai dari pengertian, proses, karakter dan tugas utama, manfaat, contoh wirausaha, dan cara sukses technopreneur. Semoga informasi yang kami sajikan dapat bermanfaat bagi pembaca.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top