UMKM Beserta Karakteristik yang Berbeda dengan Usaha Besar

UMKM Mempunyai sejumlah karakteristik yang berbeda dengan usaha besar. Berikan analisa Anda mengenai karakteristik dari UMKM!

UMKM Mempunyai sejumlah karakteristik yang berbeda dengan usaha besar. Berikan analisa Anda mengenai karakteristik dari UMKM!
Karakteristik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

Usaha Mikro Kecil dan Menengah akhir-akhir ini sedang menjadi topik pembicaraan yang hangat bagi para peminat bisnis. Salah satu alasannya yaitu pemerintah mendukung aktivitas bisnis skala mikro tersebut.

Oleh karena itu, para peminat bisnis sekarang ini ingin memulai usahanya dengan skala mikro maupun kecil dan menengah. Adapun yang menjadi tujuan mereka yakni memperoleh pendapatan atau profit tambahan.

Berikut cilacapkerja.com telah merangkum dan membuat artikel UMKM khusus untuk kamu yang ingin memulai bisnis tersebut. silahkan simak dan selamat membaca.

UMKM mempunyai karakteristik yang berbeda dengan usaha besar, seperti korporasi maupun badan usaha besar lainnya. hal inilah yang menjadi ciri khas dari bisnis skala mikro, kecil dan menengah ini.

Karakteristik UMKM yaitu pendapatan yang rendah, tenaga kerja yang sedikit, serta wilayah pemasaran yang tidak luas. Dengan aset atau pendapatan yang rendah maka biaya pajak juga terbilang rendah.

Perbedaan paling mendasar dari bisnis UMKM adalah asetnya yang lebih rendah daripada perusahaan besar. Pernyataan ini terdapat dalam UU No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Kekayaan bersih usaha mikro paling sedikit Rp 50.000.000 dan usaha menengah paling banyak Rp 10.000.000.000, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

Selain nilai aset yang rendah, UMKM juga memiliki pendapatan yang tergolong rendah. Namun, pendapatan yang rendah tidak berarti keuntungannya juga sedikit. Hal ini karena modal yang mereka gunakan juga sedikit.

Maksud dari sumber daya manusia yang terbatas yaitu UMKM hanya mempekerjakan tenaga kerja yang jumlahnya sedikit dibanding dengan perusahaan besar. Biasanya tidak lebih dari 100 orang.

Sebagai contoh, di tempat tinggal saya ada sebuah UMKM dengan tipe badan hukum UD yang hanya mempunyai 10 karyawan saja. Kemudian ada pengrajin rotan yang hanya memiliki 20 tenaga kerja saja.

Keuntungan UMKM dengan jumlah sumber daya manusia yang sedikit antara lain komunikasi personal dapat lebih mudah terjalin, memangkas birokrasi, dan memungkinkan pengambilan keputusan dengan cepat.

Namun, kekurangannya yaitu bisa kalah bersaing dengan perusahaan besar. Hal ini bisa terjadi karena secara skala ekonomi dan scope ekonomi UMKM lebih kecil daripada perusahaan besar.

Biasanya UMKM hanya menjalankan bisnisnya di satu wilayah saja. Dengan begitu maka para pemilik bisnis dapat lebih mudah untuk mengelola bisnisnya.

Sebagai contoh, saya akan bercerita tentang bisnis UMKM di tempat tinggal saya yaitu restoran Babeh Cilacap. Restoran tersebut jika kalian ingin tahu hanya melayani pelanggan di kota Cilacap saja.

Hal ini tentunya berbanding terbalik dengan industri kuliner skala internasional. Contohnya yaitu KFC, MCD, dan Burger King yang mampu melayani pelanggan di berbagai negara.

Menurut A. Sry Aska Resky (2021) dalam makalah yang berjudul Definisi, Kriteria, dan Konsep UMKM, karakteristik UMKM dilihat dari aspek komoditas nya meliputi :

  1. Kualitas komoditi belum standar,
  2. Desain produk yang terbatas,
  3. Jenis produk yang terbatas,
  4. Kapasitas dan daftar harga produknya terbatas,
  5. Bahan baku kurang standar, dan
  6. Kontinuitas produk tidak terjamin dan kurang sempurna.

Kualitas komoditi yang belum standar ini diakibatkan oleh kurangnya modal saat menjalankan bisnis UMKM. Kemudian, pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja maupun pemilik bisnis juga masih terbatas.

UMKM merupakan singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Di Indonesia sendiri bisnis dengan skala ini terdapat dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008.

Kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah ini mempunyai karakteristik yang berbeda dengan perusahaan besar. Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya bahwa usaha dengan skala kecil mempunyai kelebihan dan kekurangannya tersendiri.

Kelebihannya tentu biaya untuk modal usaha lebih sedikit. Lalu tidak perlu karyawan yang banyak serta mudah dalam pengelolaannya. Namun, kekurangannya yaitu wilayah pemasaran yang tidak luas.

berbagai macam contoh jenis usaha yang termasuk dalam kategori bisnis UMKM antara lain :

  • UD. BATA MERAH
  • RM. Berkah Saudara
  • GIAT MOBILINDO
  • Maju Jaya
  • Usaha Mandiri
  • ANEKA BAN
  • Apotik Virma Farma
  • UD. Mandiri Jaya
  • SS. Maju Jaya

Nama usaha tersebut bersumber dari Portal Satu Data UMKM Kabupaten Cilacap. Jadi, sudah terbukti kebenarannya.

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berikut ini beberapa peran UMKM dalam perekonomian yaitu :

  1. Membantu penyerapan tenaga kerja.
  2. Mengurangi angka kemiskinan serta pengangguran.
  3. Mendorong aktivitas ekspor negara.
  4. Membantu meratakan perekonomian Indonesia.
  5. Membantu ketahanan ekonomi nasional.
  6. Menciptakan nilai tambah pada produk dalam negeri.
  7. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih mencintai produk dalam negeri.
  8. Menumbuhkan minat usaha di kalangan anak muda.
  9. Mendorong kreativitas dan inovasi para pelaku usaha.
  10. Mengurangi kebiasaan bergantung pada produk luar.

Dengan diberinya bantuan usaha dari pemerintah Indonesia kepada pelaku bisnis UMKM maka akan mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Dengan begini maka perekonomian Indonesia semakin stabil.

Oleh karena itu, mari kita sebagai warga negara Indonesia mendukung kegiatan usaha mikro tersebut. salah satu caranya yaitu dengan senang memakai produk dalam negeri, ketimbang produk dari luar negeri.

Baca Juga = Manfaat Branding dalam Bisnis dan Cara Menekan Biaya Promosi.

Di era digital sekarang ini, para pemilik bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah harus pintar dalam memanfaatkan peluang yang ada. Salah satunya yaitu dengan menggunakan bantuan teknologi dalam kegiatan bisnisnya.

Teknologi yang bisa kamu gunakan dalam kegiatan bisnis antara lain teknologi komunikasi, transportasi, aplikasi, dan robotika. Namun yang saat ini sedang trend dan paling banyak digunakan yaitu E-Commerce.

E-Commerce sangat membantu bagi para pelaku bisnis karena dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Jadi, tidak hanya melayani skala regional saja, melainkan juga skala nasional dan bahkan internasional.

Oleh karena itu, kamu perlu mempelajari skill marketing supaya kegiatan pemasaran dapat berjalan secara efektif dan efisien. Sehingga, kamu tidak membuang-buang tenaga dan uangmu.

Baca juga = Manfaat Penggunaan Iklan dalam Bisnis Beserta Caranya.

Jika dahulu kita hanya bisa berjualan di dalam negeri saja, sekarang kita juga bisa berjualan hingga ke luar negeri. Caranya sama yaitu memanfaatkan aplikasi jualan online, seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada.

Menggunakan aplikasi toko online (marketplace) sangat tepat untuk pebisnis UMKM yang masih pemula atau baru membuka usahanya. Hal ini bertujuan untuk menambah wawasan pelanggan mengenai produk-produknya.

Terimakasih sudah membaca artikel UMKM Beserta Karakteristik nya yang Berbeda dengan Usaha Besar. Semoga artikel yang kami buat ini dapat bermanfaat bagi kita semuanya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top