Kemampuan Inovatif Seorang Wirausaha Sukses di Era Digital

Kemampuan inovatif seorang wirausaha yaitu pengusaha yang menghasilkan produk atau metode kerja baru yang bermanfaat bagi pelanggan di era digital. Produk atau metode kerja baru tersebut merupakan hasil dari kreatifitas.

Kemampuan inovatif seorang wirausaha yaitu pengusaha yang menghasilkan produk atau metode kerja baru yang bermanfaat bagi pelanggan di era digital.
Kemampuan Inovatif Seorang Wirausaha

Wirausaha yang inovatif adalah mereka yang mencoba memanfaatkan peluang dengan cara menciptakan produk baru atau metode kerja baru yang lebih efektif dan efisien. Sehingga, produk yang mereka hasilkan lebih banyak manfaatnya.

Inovasi menjadi penting bagi para pengusaha di era digital karena pelanggan makin ke sini makin pintar dan lebih selektif dalam memilih produk. Oleh karena itu, pengusaha mau tidak mau harus menerima hal tersebut.

Lebih tepatnya, kemampuan inovatif seorang wirausaha merupakan kemampuan pengusaha dalam menciptakan produk baru atau metode kerja baru dengan kreativitas nya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Jadi, pengusaha yang inovatif akan memanfaatkan peluang yang ada. Kemudian mulai menganalisa kondisi pasar saat ini untuk mengetahui minat dan permintaan pelanggan. Lalu, mereka mengevaluasi hasil dari analisis tersebut.

Di era digital sekarang ini, seorang wirausaha dituntut untuk memiliki jiwa inovatif. Alasannya karena pada era digital seperti sekarang ini, pelanggan semakin selektif dalam membeli produk yang mereka butuhkan.

Jadi, pengusaha harus menerima dan memanfaatkan perilaku pelanggan yang selektif itu. Caranya yaitu dengan melakukan inovasi pada produk yang sudah ada atau mencoba untuk menciptakan produk baru.

Sehingga, dengan inovasi produk tersebut maka akan ada peluang bagi pengusaha untuk meningkatkan penjualan. Adapun manfaat yang diperoleh pengusaha apabila penjualannya meningkat yaitu keuntungannya bertambah.

Kreatif adalah kemampuan seorang wirausaha yang menghasilkan ide-ide baru atau menggabungkan ide-ide yang sudah ada menjadi sesuatu yang unik. Sedangkan, inovatif adalah pengembangan dari kreatifitas itu sendiri.

Kedua hal tersebut yaitu kreatif dan inovatif sama-sama memberi pengaruh besar terhadap kemajuan bisnis. Jadi, apabila ingin menjadi seorang wirausaha yang sukses di era digital maka kamu wajib memiliki jiwa yang kreatif dan inovatif.

Faktor-faktor yang mendorong kemampuan inovatif seorang wirausaha, antara lain latar belakang kehidupan pengusaha, kepribadian pengusaha, dan kemampuan kognitif atau kecerdasan yang dimiliki oleh pengusaha.

Pendidikan merupakan salah satu cara untuk menilai latar belakang seorang wirausaha yang kreatif dan inovatif. Apabila seorang wirausaha mempunyai pendidikan bisnis maka mereka sudah pasti memiliki pengetahuan dasar tentang bisnis.

Hal itu akan berbeda jika pengusaha tidak memiliki pengetahuan dasar tentang bisnis maka, mereka akan menjalankan bisnisnya sesuai dengan perasaan dan pikiran sesaat mereka saja. Tentu yang seperti itu sangat tidak efektif.

Dengan menempuh pendidikan bisnis atau setidaknya pernah mengikuti pelatihan bisnis maka wirausaha akan lebih maksimal dalam menjalankan bisnisnya. Ini bisa terjadi karena mereka sudah tahu akan resiko dan tantangan dalam berbisnis.

Kepribadian merupakan faktor penentu keberhasilan wirausaha. Meskipun pengusaha memiliki keterampilan bisnis yang baik, tetapi jika mereka tidak memiliki mental yang tangguh maka percuma saja.

Mental pengusaha yang tangguh itu akan mendorong kreativitas dan akhirnya mereka mulai melakukan inovasi dalam kegiatan bisnisnya. Seorang wirausaha yang melakukan inovasi produk itu termasuk dalam kategori pengusaha sukses.

Mengapa demikian, pengusaha yang sukses adalah mereka yang aktif dalam memanfaatkan peluang dengan cara menghasilkan produk baru yang sesuai dengan permintaan pelanggan. Jadi, tidak ada peluang untuk rugi!

Kecerdasan merupakan faktor pendorong kemampuan inovatif seorang wirausaha. Kemampuan kognitif atau kecerdasan ini mencakup kemampuan analisis dan sintesis.

Analisis merupakan kemampuan seorang wirausaha dalam memecahkan masalah menjadi lebih sederhana hingga mudah untuk dipahami. Sintesis merupakan kemampuan menggabungkan beberapa hal menjadi satu keseluruhan.

Apabila kemampuan analisis dan sintesis tersebut digabungkan maka akan membentuk kreativitas dan inovasi pengusaha. Sehingga, ketika ada suatu peluang maka pengusaha dengan cepat memanfaatkan peluang tersebut.

Baca juga = Sikap dan Perilaku Wirausaha yang Ingin Sukses dalam Bisnis.

Berikut ini cilacapkerja.com telah merangkum 3 tipe inovasi. Tiga kategori kelompok inovasi meliputi inovasi radikal dan kecil, manajerial dan teknis, serta produk dan proses.

Kelompok inovasi radikal yaitu wirausaha yang mengubah total produk, metode kerja, dan teknologi yang mereka gunakan saat ini. Contohnya yaitu pengusaha yang sebelumnya menjual es kopi, ganti ke kopi hangat.

Sedangkan, kelompok inovasi kecil (incremental) adalah pengusaha yang melakukan modifikasi produk, metode kerja, atau teknologi saat ini. Ingat ya, hanya melakukan modifikasi saja atau tidak merubah total produk tersebut!

Inovasi teknis berkaitan dengan perubahan bentuk fisik dan kinerja yang dihasilkan dari proses produksi tertentu. Sedangkan, inovasi manajerial berkaitan dengan perbaikan pada cara memproduksi barang atau memasarkan barang.

Contohnya yaitu perusahaan Jepang yang meluncurkan program Total Quality Management (TQM) dan Just In Time (JIT). Kemudian ada pedagang yang sebelumnya berjualan secara offline, kini berjualan secara online melalui marketplace.

Wirausaha yang melakukan inovasi produk yaitu mereka yang mengubah bentuk fisik produk. Misalnya, jika sebelumnya pengusaha menjual biji kopi, sekarang mereka menjual bubuk kopi dan minuman yang terbuat dari kopi.

Dari cerita tersebut bisa kita ambil kesimpulan bahwa pada awalnya, pengusaha hanya menjual kopi dalam bentuk utuh. Kemudian karena melihat peluang maka mereka melakukan inovasi dengan cara menjual bubuk kopi serta minuman yang mengandung kopi.

Inovasi proses lebih kepada perubahan cara dan metode kerja yang lebih efektif daripada sebelumnya. Misalnya, saat ini seorang wirausaha melakukan inovasi proses pada alat produksi, dari yang sebelumnya manual menjadi otomatis.

Setelah membaca artikel di atas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa kemampuan inovatif seorang wirausaha yaitu kemampuan memanfaatkan peluang di era digital dengan cara membuat produk yang lebih bermanfaat bagi pelanggan.

Wirausaha yang kreatif dan inovatif memiliki latar belakang, kepribadian, serta kemampuan kognitif yang mendukung kemajuan bisnisnya. Dengan inovasi maka produk yang mereka jual lebih banyak diminati oleh pelanggan.

Semakin besar total transaksi penjualan maka pendapatan bisnisnya akan semakin meningkat. Hal ini bisa terjadi karena pengusaha mengedepankan kreatifitas dan inovasi dalam kegiatan bisnisnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top